Haram 10 Perkara Bagi Wanita Yang Sedang Haid

Assalamu alaikum, Sahabat islaMulia





Haram Bagi Wanita Yang Sedang Haid Terbagi Menjadi 10 Bagian :

1.  Haram Sholat
2.  Haram Thawaf
3.  Haram Memegang Al - Qur'an
4.  Haram  Membawa Al - Qur'an
5.  Haram  Berdiam (i'tikaf) Di Dalam Mesjid
6.  Haram  Membaca  Al - Qur'an
7.  Haram Puasa
8.  Haram  Thalaq (cerai)
9.  Haram Berjalan Didalam Mesjid
10.Haram  Jima (bersetubuh)  Antara Pusar Dan Lutut

Penjelasannya Haram 10 Perkara Bagi Wanita Yang Sedang Haid Sebagai Berikut :

1. Haram Sholat

Dari Aisyah ra berkata, "Fatimah binti Abi Hubaisy mendapat darah istihadha, maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, "Darah haidh itu berwarna hitam dan dikenali. Bila yang yang keluar seperti itu, janganlah shalat. Bila sudah selesai, maka berwudhu’lah dan lakukan shalat." (HR Abu Daud dan An-Nasai, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Dari Mu'adzah, ia berkata bahwa ada seorang wanita yang berkata kepada 'Aisyah :

" Apakah kami perlu mengqodho shalat kami ketika suci?, Aisyah menjawab, Apakah engkau seorang Haruri ? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masih hidup , namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqodho'nya Atau 'Aisyah berkata, Kami pun tidak mengqodho'nya."( HR.  Bukhori no. 321 )

2.  Haram Thawaf

Seorang wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang melakukan tawaf. Sedangkan semua praktek ibadah haji tetap boleh dilakukan. Sebab tawaf itu mensyaratkan seseorang suci dari hadas besar.

وَعَنْ عَائِشةَ رضيَ اللهُ عَنْهَا قَالَت: لَمَّا جِئْنَا سَرِفَ حِضْتُ، فَقَالَ النَّبيُّ صلى الله عليه وسلم : افْعَلِي مَا يَفْعَلُ الحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لا تَطُوْفِي بِالبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي، مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ



Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila kamu mendapat haid, lakukan semua praktek ibadah haji kecuali bertawaf di sekeliling ka`bah hingga kamu suci." (HR Mutafaqq `Alaih)


3.  Haram Memegang Al - Qur'an


Allah swt berfirman dalam Qs Al - Waqi'ah Ayat 79


لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ


Artinya :

Tidak menyentuhnya kecuali orang - orang yang disucikan


4.  Haram  Membawa Al - Qur'an

Allah swt berfirman dalam Qs Al - Waqi'ah Ayat 79


لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ


Artinya :

Tidak menyentuhnya kecuali orang - orang yang disucikan.

5.  Haram  Berdiam (i'tikaf) Di Dalam Mesjid

Nabi Muhammad saw bersabda :

" Tidah halal masjid bagi orang yang junub dan wanita yang sedang haid " ( HR Abu Daud, Ibnu Majah, At - Thabrani, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Al - Qathani )

6.  Haram  Membaca  Al - Qur'an

7.  Haram Puasa

Wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang menjalankan puasa dan untuk itu ia diwajibkannya untuk menggantikannya dihari yang lain.

وَعَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رضيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: أَلَيْسَ إِذا حَاضَتِ المَرْأَةُ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ، مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


Dari Abi Said Al-Khudhri ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bukankah bila wanita mendapat hatdh, dia tidak boleh shalat dan puasa?" (HR Muttafaq ‘alaihi)

8. Haram  Thalaq (cerai)

Ibnu Abbas nenafsirkan : Tidak boleh seseorang menceraikan istrinya dalam keadaan haid dan tidak boleh pula ketika si istri dalam keadaan suci namun telah disetubuhi dalam masa suci tersebut . Akan tetapi bila ia tetap ingin menceraikan istrinya maka hendaklah ia membiarkannya sampai datang masa haid berikutnya lalu disusul masa suci, setelah itu ia bisa menceraikannya. (Tafsirul Quranil 'Adhim 4/485)

9.  Haram Berjalan Didalam Mesjid

Dari Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh." (HR Bukhori, Abu Daud dan Ibnu Khuzaemah)

10.  Haram Jima ( Bersetubuh )

Wanita yang sedang mendapat haid haram bersetubuh dengan suaminya. Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
    
Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS Al-Baqarah: 222)

Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya.Sedangkan al-Hanabilah membolehkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab:


وَعَنْ أَنَسٍ رضيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ اليَهُودَ كَانت إِذا حَاضَتِ المَرْأَةُ فِيْهِمْ لَمْ يُؤَاكِلُوهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: اصْنَعُوا كُلَّ شَىءٍ إِلاَّ النِّكَاحَ، رَوَاهُ مُسْلِمٌ


`Dari Anas ra. bahwa orang Yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan." (HR Muslim)






Penulis : Idham Mukholid

Sumber :

Kitab Safinatunnaja Karangan Syekh Al - Alamah Al Fadil Salim Bin Sumair Al Hadromi yang bermadzhab Imam Syafi'i
https://www.eramuslim.com/
https://rumaysho.com
http://noternative.blogspot.com/
https://tafsirq.com


No comments:

Post a Comment