Pohon Sahabi Tempat Berteduh Rasulullah Yang Hidup 1400 tahun lebih

Assalamu alaikum, Sahabat islaMulia


Ketika Rasulullah saw keluar ke Syam membawa dagangan sayyidatunna khadijah binti khuwailid bersama budaknya Maisarah-pekerja Sayyidatuna Khadijah ra-utk brbisnis, beliau pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana.






Saat beliau berteduh di bawahnya, dahan dan ranting pohon ini bergerak menaungi beliau dari cahaya matahari ketika matahari berada sedikit ke timur pohon itu sedikit beralih menutupi matahari dan jika matahari sedikit ke barat pohon itu beralih menutupi matahari yg condong ke barat hal itu disaksikan oleh Seorang pendeta yg melihat kejadian ini datang menemui Maisarah dan menunjukkan kepadanya pohon tempat teduhan Rasulullah itu dengan berkata:

"engkau lihat pemuda tampan yg brsamamu..pohon itu mengikuti arah kemana matahari demi melindungi pemuda itu dia lah Nabi akhir jaman.."

Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa'awiyya di negara Yordania. Dari segi geografis, tempatnya dekat dengan kota Bosra di Syria.


Rasulullah SAW 2 kali tiba di Bosra : 
  1. Ketika brsama pamannya Abu Thalib saat berumur 12 tahun dan bertemu dgn Rahib Buhaira dan tersiarlah tanda kerasulan beliau di belakang bahu seperti tercatat dalam kitab injil tentang tanda kerasulan Nabi akhir zaman (khataman al-anbiya) dan dahulu disekelilingnya masih ada beberapa pohon yg seperti itu
  2. kedua kalinya rasulullah ke Bosra mmbawa barang dagangan sayyidatina khadijah. beberapa pohon yg lainnya telah mati hanya pohon itu yg masih hidup di kala Rasulullah kembali berteduh di pohon itu

Setelah dari tanah Tabuk sampai ke Bosra sejauh lebih 500km..kita tidak akan menemui pohon seperti itu yg hidup berada ditengah padang pasir gersang..lihatlah pohon itu masih hidup hingga sekarang.
Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa’d al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir. Saat itu Rasulullah baru berusia 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah.
Bahira bertemu dengan kelompok kafilah tersebut dan mengajak mereka untuk beristirahat. Bahira telah mendapat firasat kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir. Diperhatikannya masing-masing tamu. Namun tak satupun di antara mereka yang memiliki tanda-tanda mukjizat.
Ternyata masih ada satu anggota rombongan yang tidak ikut masuk ke tempat Bahira. Muhammad kecil diminta menunggu di bawah pohon sahabi untuk menjaga unta-unta.
Bahira takjub menyaksikan cabang pohon tersebut merunduk untuk melindungi sang pemuda. Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak berteduh dan bersantap. Konon, segumpal awan memayungi Muhammad ke manapun ia pergi.
Dari sanalah sang biarawan yakin kalau pemuda itu memang benar-benar nabi yang sudah diramalkan kedatangannya.Bahira lantas berpesan kepada Abu Talib untuk menjaga pemuda cilik itu, karena kelak ia akan membawa berkah bagi umat manusia. Tetapi tak jarang pula orang yang ingin mencelakakannya.
1400 tahun kemudian, pohon sahabi yang pernah meneduhkan Rasulullah itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah gurun.
Penemuan kembali pohon itu terjadi secara tak sengaja. Menurut situs Last Prophet, Pangeran Ghazi bin Muhammad menemukan manuskrip tentang pohon tersebut ketika memeriksa arsip negara.
Jika dirunut dari naskah-naskah tua tersebut, kemungkinan besar tempat terjadinya pertemuan Bahira dan Rasulullah adalah di gurun Yordania.
Sejumlah ilmuwan dan cendekia pun diminta untuk memeriksa area tersebut. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira. Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan otentisitasnya.
Dilansir Green Prophet, Pangeran Ghazi menyebutkan,”Rasulullah duduk di bawah pohon ini.” Dan kenyataan bahwa pohon sahabi itu bersedia merundukkan cabang-cabangnya demi Muhammad merupakan bukti mengenai kesaksiannya terhadap kerasulan Muhammad. “Karena itulah kami menyebutnya sahabi dalam bahasa Arab.”
Sekarang pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah. Sekelilingnya dilindungi pagar dan keberadaannya dipantau secara rutin.




Sumber :

http://tabulampot.id/pohon-sahabi-pelindung-rasulullah-saw/
http://zilzaal.blogspot.com/2013/03/pohon-yg-diberkati-yg-di-abadikan-allah.html

Penulis : Idham Mukholid

No comments:

Post a Comment