Adab yang Harus Diperhatikan Dalam Buang Air Kecil

Assalamu alaikum Sahabat IslaMulia
 
Maksud Bersuci di sini adalah membersihkan setelah buang air kecil atau air besar (cebok).Tubuh kita dan pakaian kita senantiasa harus bersih, lebih-lebih ketika kita hendak mengerjakan shalat.

Maka dari itu sehabis buang air besar atau air kecil kita di wajibkan untuk bersuci. Menurut bahasa, thaharah berarti bersih dan suci dari segala kotoran, baik yang nyata seperti najis maupun yang tidak nyata, contohnya aib.



   Menurut syariat, thaharah artinya; melakukan sesuatu agar diijinkan shalat atau hal-hal lain yang sehukum dengannya, seperti wudlu, mandi wajib, dan menghilangkan najis dari pakaian, tubuh dan tempat shalat.( QS Al Maa’idah:6 )

Caranya :
  1. Dibersihkan dengan air bersih.

  2. Jika tidak ada air, sedikitnya dengan 3 (tiga) batu atau sesuatu yang kesat yang dapat menghilangkan najis.


Yang terlebih baik adalah apabila dibersihkan dengan kedua-duanya; dengan batu atau sebangsanya kemudian air.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam hal buang air :


  1. Jangan di tempat yang dapat mengganggu orang lain, umpamanya : di tempat orang lalu lintas, di bawah pohon yang berbuah, di tempat angin yang meniup ke arah orang, dan lain sebagainya.

  2. Jangan berkata-kata kecuali benar-benar terpaksa.

  3. Jangan di tempat yang terbuka (hendaklah berdinding).

  4. Apabila masuk ke tempat yang khusus untuk itu, hendaklah mendahulukan kaki yang kiri sambil berdo'a :

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

    Allaahumma Innii A'udzu Bika Minal Khubutsi wal Khabaaitsi  Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.

  5. Apabila keluar dari tempat itu, hendaklah mendahulukan kaki yang kanan sambil berdo'a :

    " غُفْرَانَكَ . " اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي اْلأَذَى وَعَافَانِي

    Ghufraanaka. Al Hamdulillahil Ladzii Adzhaba ‘Annil Adza Wa ‘Aafaanii
    Artinya: Aku mohon ampunan-Mu, Ya Allah. "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran dariku dan yang telah mengampuniku."

  6. Apabila terpaksa pada tempat yang terbuka (tidak berdinding) dan tidak pada tempat yang khusus untuk buang air, maka sangat dianjurkan tidak menghadap atau membelakangi kiblat.

Sumber : edukasi-islam.blogspot.com/
               didinnuryanudin.staff.telkomuniversity.ac.id 

Penulis : Idham Mukholid 

No comments:

Post a Comment